Akibat perang kimia di eropa, korban berjatuhan hingga jutaan orang. Senjata kimia mula-mula digunakan pada tahun 1915. Perang kimia sangat mengerikan, dimulai dengan gas racun berwarna hijau, gas klor. Pada 22 april 1915, pukul 5 sore, perang dunia ke I, Jerman melepaskan 180 ton klor di Ypres. gas ini dihembuskan angin sampai ke garis depan tentara Prancis. dalam waktu 2 jam, 5000 orang meninggal. kedua belah pihak, Sekutu dan Jerman, menggunakan gas beracun sampai dengan akhir perang dunia.
gas beracun ini menyebabkan 100.000 orang meninggal dan lebih dari satu juta orang menderita.
Beberapa gas beracun lain juga digunakan ketika PD I berlangsung. salah satunya gas hidrogen sianida. Gas ini meracuni darah, dapat menghentikan pernapasan dalam satu menit.
Pada tahun 1936 Jerman membuat gas saraf pertama yang sangat beracun. Gas saraf itu antara lain tabun sarin dan soman. Kelompok gas saraf kedua, pereaksi V ditemukan oleh Inggris pada tahun 1950. Gas ini sangat berbahaya karena tidak dapat menguap sehingga menempel pada kulit.
Pada tahun 1952 banyak negara (kini 100 negara) menandatangani Protokol Jenewa, suatu perjanjian untuk tidak menggunakan senjata kimia di peperangan. Namun beberapa negara masih membuat dan menimbun senjata kimia. Sejak 1950 Inggris tidak membuat senjata kimia, Namun tidak ada larangan untuk membuat senjata kimia.
Jadi sejak PD I racun sianida sudah digunakan sebagai senjata pemusnah massal
sumber : Drs. Hiskia Achmad